Jenis Imunisasi Pra Nikah yang Harus Anda Dapatkan

Imunisasi pra nikah dan inter konsepsi idealnya didapatkan oleh semua wanita sebelum mereka hamil dan sebaiknya dilakukan pada saat pra nikah. Imunisasi pra nikah sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan Anda, pasangan dan calon buah hati ketika lahir nanti. Oleh karena itu, berikut ini beberapa imunisasi pra nikah yang harus Anda dapatkan.

1. Imunisasi influenza

Mendapatkan suntikan flu membantu melindungi Anda dari penyakit flu. Jika Anda sedang program hamil, mintalah vaksin influenza yang tidak aktif. Vaksin influenza hidup yang diberikan melalui hidung (LAIV, Flumist) tidak dianjurkan untuk wanita yang melakukan program hamil.

2. Campak, gondok, dan rubella (MMR)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) merekomendasikan untuk melakukan imunisasi pra nikah untuk menjaga kekebalan campak sebelum seorang wanita hamil. MMR adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan (dilemahkan). Setelah seorang wanita menerimanya, CDC merekomendasikan menunggu empat minggu sebelum melakukan program kehamilan karena risiko pada janin dengan vaksin hidup. 

3. Varicella zoster virus (VZV) 

Banyak wanita usia subur pernah menderita cacar air (varicella) atau menerima vaksin selama masa kanak-kanak. Pasalnya, cacar air dapat membahayakan wanita hamil dan janinnya. Mirip dengan booster MMR, vaksin VZV adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan. Seorang wanita harus memiliki vaksin ini setidaknya empat minggu sebelum merencanakan kehamilan, karena kekhawatiran teoretis untuk paparan janin.

4. Human papillomavirus (HPV)

Vaksin ini membantu mencegah infeksi HPV baru dan penyakit terkait HPV, termasuk kanker serviks. Direkomendasikan untuk remaja dan orang-orang hingga usia 26, termasuk pra nikah. Akan tetapi, mereka yang berusia 27 hingga 45 tahun juga diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin HPV ini. Vaksin HPV sebaiknya tidak dilakukan pada saat hamil, karena bisa memberikan efek pada janin.

5. Vaksin hepatitis

Dokter Anda dapat memberi tahu apakah sangat penting bagi untuk mempertimbangkan vaksin hepatitis A, hepatitis B, dan pneumokokus. Imunisasi pra nikah ini diperlukan karena mempertimbangkan masalah kesehatan, gaya hidup, atau rencana perjalanan yang dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi.

6. Varicella (juga disebut cacar air)

Cacar air menyebar dengan mudah dan dapat menyebabkan kulit gatal, ruam dan demam. Jika Anda terkena cacar air selama kehamilan, hal ini dapat menyebabkan cacat lahir. Cacat lahir adalah kondisi kesehatan yang ada sejak lahir. Kondisi ini dapat mengubah bentuk atau fungsi satu atau lebih bagian tubuh. 

Cacat lahir dapat menyebabkan masalah pada kesehatan secara keseluruhan, bagaimana tubuh berkembang atau bagaimana tubuh bekerja. Jika Anda berpikir untuk merencanakan program hamil dan belum pernah menderita cacar air atau divaksinasi, segera lakukan imunisasi pra nikah. Pasalnya, imunisasi ini tidak aman dilakukan selama kehamilan. 

7. Haemophilus Influenzae Tipe B (juga disebut Hib)

Ini adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan meningitis, pneumonia, infeksi serius lainnya dan kematian. Bakteri adalah organisme kecil yang hidup di dalam dan di sekitar tubuh Anda. Segera lakukan imunisasi pra nikah. Semua vaksin ini sangat diperlukan untuk menjaga keluarga Anda kelak tetap sehat dan terhindar dari cacat janin ketika bayi lahir. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *