Hindari Gejala Pneumonia dengan Vaksin Pneumonia Dewasa

Sebelum anak-anak berusia 2 tahun, banyak vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit serius yang bisa menyebabkan kegagalan tumbuh kembang, kecacatan, maupun mengancam jiwa. Salah satunya yang direkomendasikan adalah vaksin pneumonia. Ternyata, orang tua yang berusia di atas 65 tahun pun disarankan menerima vaksin pneumonia dewasa karena kekebalan tubuhnya yang sudah jauh berkurang. 

Pneumonia sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Di mana ketika infeksi ini terjadi, kantong udara di salah satu maupun kedua paru-paru bisa membengkak karena berisi cairan atau nanah. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi penderita pneumonia bisa makin memburuk dan menyebabkan fertilitas tinggi. 

Pemberian vaksin pneumonia dewasa dipercaya mampu menurunkan tingkat risiko kefatalan infeksi dari virus maupun bakteri penyebab radang paru-paru tersebut. Namun, penting pula untuk memahami gejala pneumonia agar tindakan medis tepat bisa segera diberikan sehingga kemungkinan pulih lebih besar dan lebih cepat. Berikut ini adalah beberapa gejala pneumonia yang mesti Anda ketahui. 

Demam 

Bagaimanapun, penyakit radang paru-paru atau pneumonia disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Masuknya mikroorganisme tersebut ke dalam tubuh Anda tak ayal bisa membuat perlawanan tubuh. Pada kondisi inilah, demam sangat mungkin terjadi. Penderita pneumonia biasanya mengalami demam pada tahap awal. Namun pada kelanjutannya, mereka akan sering mengalami keringat dingin atau kondisi kedinginan, meskipun dalam suhu normal. 

Batuk 

Penderita pneumonia kerap mengalami batuk ketika virus maupun bakteri sudah masuk ke paru-paru. Salah satu gejala batuk yang mengarah ke gejala pneumonia adalah batuk yang menghasilkan dahak dan lendir. Karena alasan inilah, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami batuk berdahak lebih dari dua minggu. 

Selera Makan Hilang 

Masuknya virus maupun bakteri penyebab pneumonia bisa sangat mempengaruhi selera makan Anda. Bahkan dalam beberapa pernyataan, penderita pneumonia bisa mengalami kehilangan selera makan sampai mengalami pengurangan berat badan secara cukup signifikan. Ketika mendapat vaksin pneumonia dewasa, Anda pun bisa mengalami kehilangan selera makan ini. Namun, efek samping dari vaksin terkait selera makan ini umumnya akan menghilang pasca 2 dua setelah waktu penyuntikan. 

Lelah yang Berlebihan 

Kelelahan sebenarnya hal yang wajar. Namun, menjadi tidak wajar apabila Anda terus-menerus merasakannya, bahkan ketika bangun tidur. Rasa lelah yang berlebihan ini biasanya mengarah ke kondisi masalah kesehatan yang cukup serius. Penderita pneumonia pun tidak jarang mengeluhkan kondisi tubuh yang kerap merasa lelah secara berlebihan ini. 

Mual dan Muntah 

Masalah pencernaan pun menjadi salah satu gejala dari pneumonia. Umumnya, jenis masalah pencernaan yang mengarah ke pneumonia adalah kondisi mual atau muntah tanpa sebab yang jelas. Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan tubuh ketika mengalami kondisi ini. 

Nyeri Dada 

Nyeri dada bukan hanya berhubungan dengan penyakit jantung. Kenyataannya, penderita pneumonia juga bisa mengalami nyeri dada. Gejala nyeri dada yang dirasakan penderita pneumonia biasanya terasa atau semakin berat ketika sedang bernapas ataupun batuk. 

Sesak Napas 

Ini merupakan gejala pneumonia yang cukup khas dan mesti segera ditangani. Ketika penderita pneumonia sudah sering mengalami sesak napas, artinya pembengkakan dan jumlah cairan pada paru-paru sudah semakin mengkhawatirkan. Sesak napas bisa dirasakan oleh penderita pneumonia dalam berbagai kondisi. Bahkan ketika sedang beristirahat, sesak napas tetap bisa membebani. 

*** 

Jangan tunggu gejala pneumonia yang parah Anda alami baru sibuk memikirkan cara penanganannya. Sebaiknya sedari awal, Anda mendapatkan vaksin pneumonia dewasa agar tidak merasakan gejala parah dari penyakit pembengkakan paru-paru ini.